Apa Perbedaan Full Time, Part Time, dan Freelancer?

Perbedaan full time, part time, dan freelancer ada pada jam kerja dan gaji yang didapatkan. Jenis pekerjaan yang dikerjakan juga berbeda-beda.

Bagi kamu sudah tahukah kamu apa perbedaan full time, part time, dan freelancer? Istilah ini merupakan istilah yang sering ditemukan ketika kamu sedang mencari pekerjaan. Ketiga tipe pekerjaan ini mempunyai pengertian dan perbedaan yang harus kamu pahami sebelum melamar pekerjaan.

Perbedaan antara pekerjaan full time, part time, dan freelancer yang paling menonjol adalah dari segi jam kerja dan gaji. Agar kamu lebih paham mengenai tipe-tipe pekerjaan ini, berikut penjelasan lengkapnya.

Tipe Pekerjaan Full Time

Kerja full time adalah bekerja dengan jumlah jam kerja yang sudah diatur oleh pemerintah dan perusahaan. Kamu yang bekerja full time setiap harinya harus bekerja minimal 7 sampai dengan 8 jam atau 40 jam per minggunya. Jumlah jam ini bisa bertambah jika perusahaan memberikan kebijakan lembur.

Karyawan full time akan terikat terhadap perusahaan dan biasanya mempunyai kontrak atau perjanjian kerja. Bekerja sebagai karyawan full time lebih menguntungkan terutama urusan gaji.

Gaji karyawan full time lebih banyak dibandingkan part time. Hal ini dikarenakan jam kerja full time lebih banyak. Tentu saja karyawan full time mempunyai jenjang karir yang jelas.

Keuntungan lainnya menjadi karyawan full time adalah mendapatkan tunjangan dan juga asuransi sesuai kebijakan perusahaan. Karyawan full time juga akan mendapatkan jatah cuti sesuai dengan ketentuan pemerintah dan perusahaan.

Namun untuk sebagian orang menjadi karyawan full time menyita banyak waktu karena kamu harus standby di kantor. Hal ini membuat kamu tidak mempunyai banyak waktu untuk melakukan pekerjaan lain. Dari segi kebebasan karyawan full time cukup terbatas.

Bagi kamu yang ingin jenjang karir jelas dan pendapatan yang tetap sangat cocok mengambil tipe pekerjaan ini. Terutama untuk kamu yang sudah lulus sekolah dan menginginkan gaji tetap harus memilih tipe pekerjaan full time.

Tipe Pekerjaan Part Time

Pekerjaan part time atau pekerja paruh waktu adalah pekerjaan yang tidak terikat pada sebuah perusahaan. Jam kerja part time lebih singkat daripada jam kerja full time. Jika full time 7-8 jam sehari maka pekerja part time kerja 3-4 jam setiap harinya.

Tipe pekerjaan ini sangat cocok untuk para pelajar dan mahasiswa yang ingin mendapatkan uang tambahan. Gaji untuk pekerja part time juga lebih rendah dibandingkan pekerja full time.

Pekerja part time biasanya dibayar harian setelah pekerjaannya selesai. Tipe pekerjaan ini tidak membutuhkan banyak waktu sehingga kamu bisa bekerja part time sesuai dengan jadwal. Pekerjaan part time biasanya musiman dan tidak setiap hari ada.

Salah satu contoh pekerjaan part time adalah pramusaji pada saat acara tertentu, penerima tamu sebuah event, dan lain sebagainya. Kamu yang ingin menambah pendapatan bisa bekerja paruh waktu.

Keuntungan bekerja part time adalah tidak terikat dan kamu bisa bebas jika ingin pindah pekerjaan. Namun gaji yang kamu dapatkan tentu lebih sedikit sesuai dengan jam kerja yang kamu lakukan.

Pekerja paruh waktu juga tidak mendapatkan tunjangan ataupun jenjang karir yang jelas. Aturan kerja part time juga belum ada dalam undang-undang, biasanya perusahaan yang mengatur sendiri mengenai pekerja paruh waktu.

Tipe Pekerjaan Freelancer

Tipe pekerjaan yang terakhir adalah Freelancer. Sesuai dengan namanya seorang freelancer merupakan pekerja bebas yang tidak terikat. Pekerja freelancer bisa bekerja kapan saja dan dimana saja sesuai dengan proyek yang sedang dikerjakan.

Bekerja secara freelancer berarti kamu tidak terikat oleh kontrak kerja dan kamu yang mengatur jadwal kerja kamu sendiri. Pendapatan freelancer tidak tetap tapi biasanya sekali mendapat proyek nominalnya besar. Karena tidak terikat waktu dan tempat freelancer mempunyai kebebasan.

Seorang freelancer bisa menerima banyak proyek dalam waktu bersamaan dan itu tidak dilarang. Dengan catatan freelancer tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan proyek tersebut sesuai dengan tenggat waktu yang sudah disepakati bersama.

Freelancer bebas mengambil pekerjaan apa saja yang sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Tidak hanya itu, gaji freelancer juga tidak tetap tergantung dari proyek yang sedang dikerjakannya.

Menjadi freelancer memang terlihat menyenangkan tapi juga mempunyai tanggung jawab. Freelancer tidak mendapatkan tunjangan dan bonus seperti yang didapatkan oleh pekerja full time.

Sekarang ini sudah banyak jenis pekerjaan yang bisa kamu kerjakan secara freelance. Misalnya saja menjadi desainer grafis lepas, penulis lepas, dan berbagai proyek lainnya. Jenis pekerjaan yang akan kamu ambil juga bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Seorang freelancer bisa saja mendapatkan gaji yang lebih besar dibandingkan pekerja full time. Hal ini tergantung dari jenis pekerjaan atau proyeknya.

Baca juga: Perbedaan UMP, UMK dan UMSK

Dari perbedaan full time, part time, dan freelancer ini kita tentunya sudah mengerti bukan akan memilih tipe pekerjaan apa? Semua tipe pekerjaan ini memang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pastikan kamu memilih pekerjaan yang tepat sesuai dengan keadaan kamu.